Ketahui Dampak Buruk Stres Bagi Otak yang Cukup Berbahaya

653 views

Stres akan membuat seseorang merasa tegang, tertekan, bahkan bisa membuatnya bersikap implusif. Selain itu, stres bisa juga mempengaruhi bahkan mengubah struktur dari otak manusia. Perubahan ini akan berdampak pada kemampuan pengambilan keputusan, kemampuan mengingat, dan membuat terjadinya perubahan kepribadian.

DAMPAK BURUK STRES BAGI OTAK

Saat stres, maka tubuh kita akan melepaskan hormon kortisol. Hormon inilah yang akan memberikan efek buruk pada hippocampus otak dengan cara membunuh sel-sel saraf, memperkecil ukuran otak, dan menghambat generasi sel saraf baru. Akhirnya, fungsi dan kemampuan dari otak akan menjadi terganggu.

Perlu diketahui bahwa hippocampus adalah bagian pada otak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, belajar, memori, serta pengaturan emosi. Nah, apabila bagian otak ini terganggu, maka secara otomatis kapasitas memori otak juga ikut menurun. Selain itu, kemampuan untuk belajar, berpikir, dan juga mengatur emosi akan ikut terganggu. Stres dalam tingkat yang kronis juga akan membuat bagian korteks prefrontal menjadi lebih kecil. Dampaknya, muncullah gangguan saat mengambil keputusan, mengingat, dan perilaku impulsif.

Stres akan mempengaruhi sel-sel induk yang kemudian akan menghambat akses yang menuju ke korteks otak sehingga kemampuan dalam menganalisa, mengingat, dan memecahkan sebuah masalah menjadi menurun. Bukan hanya itu, gangguan pada bagian ini juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial sehingga ia akan menjadi pribadi yang mudah cemas, marah, dan tertekan.

Hormon kortisol yang dikeluarkan saat stres juga akan meningkatkan bagian amygdala serta membuat ukurannya semakin besar. Amygdala adalah bagian yang memiliki peranan penting dalam membentuk dan menyimpan memori yang berhubungan dengan perasaan negatif seperti rasa takut, cemas, dan tindakan agresif.

Dampak buruk stres bagi otak ini tentu saja akan mempengaruhi kualitas hidup dari seseorang, sehingga kemampuannya dalam belajar, mengingat, berinteraksi, hingga mengambil keputusan tidak lagi bisa optimal. Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah diri Anda dari stres. Sebaiknya jauhi hal-hal yang bisa membuat Anda menjadi stres dan lebih banyaklah melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda merasa lebih bahagia dan bersemangat.

Meski demikian, ada kalanya kita masih merasakan stres, sekalipun kita sudah berusaha untuk menjauhinya dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Nah, jika kondisi ini sudah terlanjur datang, maka jangan membiarkannya terjadi secara berlarut-larut hingga membuat Anda merasa sangat tertekan. Segeralah mengambil tindakan agar stres tidak merusak otak Anda.

CARA MENCEGAH STRES

Untuk meminimalisir efek negatif stres terhadap kesehatan otak kita, maka perbanyaklah olahraga. Aktivitas ini sudah terbukti efektif dalam melawan dampak negatif yang dihasilkan oleh stres pada otak. Hal ini dikarenakan olahraga akan melindungi serta menguatkan otak terhadap serangan stres itu sendiri. Selain itu, olahraga juga akan membantu untuk memperbesar ukuran otak dan meningkatkan fungsi kognitif. Untuk itu, agar bisa mencegah dampak buruk stres bagi otak, maka perbanyaklah olahraga.

Ketika berolahraga, tubuh Anda akan melepaskan BDNF, yaitu senyawa yang berfungsi untuk melawan efek negatif stres serta membantu untuk membentuk sel-sel yang sehat pada otak. BDNF itu sendiri bisa dianggap sebagai “pupuk” bagi otak yang akan merawat sel dan jaringannya sehingga pertumbuhan sel dan jaringan yang baru bisa lebih cepat. Artinya, semakin sering Anda berolahraga, maka akan semakin bayak pula BDNF yang Anda hasilkan. Alhasil, maka akan semakin banyak pula sel saraf (neuron) yang diciptakan, terutama pada bagian hippocampus.

Olahraga juga memiliki kemampuan dalam melepaskan HGH, yaitu jenis hormon untuk pertumbuhan manusia yang memiliki peranan dalam merangsang pertumbuhan sel dan jaringan tubuh, termasuk pada otak. Hormon HGH terbukti efektif dalam melawan efek-efek negatif dari hormon kortisol dan juga membantu untuk meningkatkan volume otak.

Lantas, seperti apa olahraga yang harus dilakukan agar tubuh kita bisa menghasilkan senyawa-senyawa anti stres? Ternyata, olahraga yang dilakukan selama 5 menit sudah cukup untuk melawan stres dan juga memperbaiki suasana hati. Bahkan sprint selama 30 detik saja sudah bisa menghasilkan HGH hingga 6 kali lipat.

Selain lari, Anda bisa juga melakukan olahraga yang ringan seperti jalan kaki. Anda bisa melakukan hal ini saat stres sudah mulai menyerang Anda. Misalnya saat di kantor, berjalan-jalanlah sejenak agar tekanan kerja yang berat bisa dirasa berkurang.

***

Nah, dengan melihat banyaknya dampak buruk stres bagi otak, maka sudah saatnya untuk menjauhkan diri Anda dari hal ini. Lawanlah stres dengan memperbanyak olahraga dan pikiran yang positif.

Leave a reply "Ketahui Dampak Buruk Stres Bagi Otak yang Cukup Berbahaya"