Cara Mengatasi Demam Bayi Setelah Imunisasi

42177 views

mengatasi bayi demamImunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah dari beberapa jenis penyakit yang membahayakan. Dengan imunisasi daya tahan tubuh akan semakin kuat untuk melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Imunisasi dapat dilakukan melalui suntikan ataupun oral. Jenis imunisasi yang harus diberikan pada bayi selama masa perkembangannya adalah hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak. Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TB (tuberkolusis) tidak akan menimbulkan perubahan yang berarti dan tidak menyebabkan bayi demam. Imunisasi hepatitis B untuk mencegah hepatitis B (kerusakan hati) diberikan sebanyak 3 kali yang mungkin akan menimbulkan nyeri dan demam ringan bagi sebagian bayi. Namun kondisi ini dapat berbeda antara bayi yang satu dengan yang lain.

Imunisasi polio untuk mencegah polio( lumpuh layu pada tungkai kaki dan lengan tangan) biasanya juga tidak atau jarang menimbulkan efek samping. Imunisasi campak untuk mencegah campak (radang paru, radang otak, dan kebutaan) bagi sebagian bayi tidak akan menimbulkan efek samping, namun terkadang ada beberapa bayi yang mengalami reaksi demam dan diare setelah imunisasi campak. Imunisasi yang menimbulkan efek samping seperti kurang nafsu makan, nyeri pada area bekas suntikan, demam, dan mual adalah imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk mencegah difetri ( penyumbatan jalan napas), tetanus dan batuk rejan (batuk 100 hari).

Bagi ibu yang bayinya mengalami demam setelah imunisasi tentunya merasa khawatir dan bingung karena kemungkinan bayi Anda akan terus menerus rewel, susah tidur, dan akan lebih mudah menangis. Demam yang timbul setelah imunisasi merupakan tanda bahwa vaksin sedang bekerja.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Ibu untuk mengatasi demam pada bayi setelah imunisasi:

  1. Berikan ASI sesering mungkin, karena di dalam ASI mengandung zat yang bisa membuat suhu badan bayi yang panas menjadi berkurang.
  2. Dekaplah bayi Anda secara nyaman, karena perasaan nyaman yang dirasakan oleh bayi dapat memunculkan zat antinyeri yang dapat mengurangi rasa sakitnya.
  3. Jangan memakaikan bedong atau selimut yang tebal, lebih baik pakaikan baju berbahan katun yang mudah menyerap keringat.
  4. Jika suhu badannya cukup tinggi, kompreslah dengan air hangat. Jangan menggunakan air dingin karena  berisiko terjadi kejang pada bayi.
  5. Pada area bekas suntikan, kompres juga dengan menggunakan air hangat, karena biasanya di area tersebut akan mengalami pembengkakan setelah imunisasi dan akan terasa nyeri apabila tersentuh.
  6. Pijat bayi secara halus. Hal itu akan membuat bayi merasa nyaman dan tenang.
  7. Gunakan selalu termometer untuk mengukur suhu badannya. Apabila suhu badannya mencapai lebih dari 38 derajat celcius maka boleh diberikan obat penurun panas. Itupun harus sesuai dengan petunjuk dokter. Namun apabila demam bayi tidak kunjung turun atau bayi memiliki riwayat kejang, maka harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi yang mengalami demam setelah imunisasi. Imunisasi bukanlah hal yang menakutkan karena menjadikan anak sehat dan mencegah dari penyakit berbahaya.

Tags: #bahaya demam setelah imunisasi #perawatan bayi setelah imunisasi

  1. author

    Hidup Sehat3 tahun ago

    Tips yang harus di baca nih bagi ibu yang baru melahirkan, tanya dong? Kok bisa ya setiap kali imunisasi selalu menimbulkan demam.

    Reply

Leave a reply "Cara Mengatasi Demam Bayi Setelah Imunisasi"